WAMENA-Nasib malang dialami Menase Kepno dan Derina Kosay, pasalnya anak dari pasangan suami istri ini lahir dengan kelainan pada bagian kepala, yaitu terjadi benjolan dibagian kepala yang berisi cairan atau biasa disebut dengan istilah medis Encephalocele.
Saat ditemui di kamar perinatologi (kamar khusus bagi bayi yang lahir mengalami kelainan), bayi mungil tersebut dengan tenang berada di pangkuan ibunya.
Saat ditanya wartawan, pasangan suami istri ini tidak bisa berbicara banyak, yang terlihat dari kedua raut wajahnya adalah pasrah dengan nasib yang dialami oleh buah hatinya.
‘’Kami tidak bisa berbuat apa-apa, kami menunggu petunjuk dari dokter, kalau dokter bilang mau dioperasi kami ikut saja, tetapi kami tidak punya uang untuk biaya operasi,”tutur Menase Kepno yang sehari-harinya bekerja sebagai petani di Kampung Paspale Kabupaten Yalimo.
Ditanya firasat sebelum melahirkan, Derina Kosay mengungkapkan, jika dirinya tidak ada firasat apa-apa dan selama hamil, dirinya juga tidak melakukan aktifitas berat dan hanya tinggal di rumah. ‘’Semua biasa-biasa saja, seperti saat hamil pertama dan kedua,”imbuhnya.
Lanjutnya, saat ini yang dirinya inginkan adalah anaknya bisa sembuh dan normal seperti bayi lain, tetapi kami tidak bisa berbuat banyak,”ujarnya sembari mengelus kepala bayinya yang belum diberi nama tersebut.
Ditempat terpisah Kepala Kamar Bersalin RSUD Wamena, Bidan Anita Imbiri Am.Keb saat dikonfirmasi mengungkapkan, bayi malang tersebut lahir Minggu (30/5) secara normal. Hanya saja saat lahir terdapat kelainan bawaan yaitu pada kepala terjadi penumpukan cairan.
“Lahir lewat persalinan normal, beratnya 3 kg pukul 19.30 WIT, pada saat bayi itu lahir terdapat kelainan pada kepala terjadi penumpukan cairan atau biasa disebut dengan istilah medis Encephalocele,”jelasnya.
Lanjut Bidan Anita, untuk langkah selanjutnya, pihaknya masih menunggu petunjuk dari dokter yang akan menanganinya. “Encephalocele ini adalah kasus yang pertama kami temukan di RSUD Wamena, untuk langkah selanjutnya tunggu rujukan dari dokter mau dirujuk ke mana, yang jelas kasus seperti ini belum bisa ditangani RSUD Wamena,”pungkasnya
( KENNEDI )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar